Mahasiswariau.com – Tim Asian Development Bank (ADB) melakukan kunjungan ke Universitas Riau (UR) dalam rangka diskusi serta melakukan penguatan proposal yang sebelumnya telah diajukan UR untuk memperoleh Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) melalui Program ADB untuk membangun infrastruktur penunjang yang ada di lingkungan Kampus UR. Pertemuan ini dimulai dari hari Rabu hingga Kamis, 18-19 Oktober 2017.

“Dari sekian banyak universitas yang mengajukan proposal, UR adalah satu dari empat universitas yang diberikan peluang untuk memperoleh PHLN dari ADB. Untuk itu, dalam kunjungan ini Tim ADB mendengarkan presentasi dari Tim PHLN UR dan berdiskusi terkait infrastruktur mana yang akan dibangun.” Demikian disampaikan Sutarum Wiryono, Wakil Tim Program ADB saat melakukan diskusi di UR.

Baca Juga  Coming Soon Pekan Raya Biologi 2018, Scientist Muda, Cerdas Berkarya !!

“Kita ingin meninjau ke lapangan serta ingin berdiskusi dengan Tim PHLN dari Universitas Riau, agar apa yang diusulkan Universitas Riau ini sejalan dengan program pemerintah pusat, sehingga apa yang diusulkan Universitas Riau ini bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” jelas Sutarum.

ADB ini, lanjut Sutarum, sama halnya seperti koperasi dari berbagai negara yang anggotanya (member countries) saat ini telah mencapai 67 negara.  Karena anggaran ini terbatas, sehingga ada aturan yang perlu ditaati, maka dari itulah kita ingin melihat kelengkapan dari proposal UR serta kita ingin melihat seberapa layak program ini bisa dilaksanakan.

Baca Juga  3 Tahun Kepemimpinan Jokowi - JK, Menagih Nawacita di Bidang Pendidikan

“Pendanaan ADB ini bersumber dari member countries, saat ini Indonesia memiliki saham di ADB 5,5 persen. Kita harus gunakan dana ini semaksimal mungkin karena anggaran yang kita pakai ini akan menjadi hutang bagi anak cucu kita nanti. Untuk itu, kita ingin melihat kelengkapan dari proposal UR serta kita ingin melihat seberapa layak program ini bisa dilaksanakan nantinya,” tambah Sutarum.

Pada pertemuan yang sama, Rektor Universitas Riau Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA berharap pinjaman luar negeri dari ADB ini bisa segera terealisasi, karena dengan adanya dana ini maka akan sangat membantu mempercepat pembangunan di Universitas Riau. “Besar harapan kami program ADB untuk Universitas Riau bisa diprioritaskan, karena diperkirakan tahun 2020 mahasiswa Universitas Riau semakin meningkat, sehingga perlu pengembangan infrastruktur. Selain itu, yang kuliah di Universitas Riau saat ini tidak hanya diisi oleh putra daerah Riau, tetapi juga diisi oleh putra putri dari hampir seluruh daerah yang ada di Indonesia,” jelas Rektor.

Baca Juga  FEB UR Gelar Seminar Internasional Hadirkan Tiga Pembicara Asing

Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Prof Dr Mashadi MSi mengucapkan terima kasih kepada Tim PHLN Universitas Riau yang telah berupaya sangat maksimal dalam proses peminjaman hibah luar negeri ini. Menurutnya, Universitas Riau saat ini sangat membutuhkan dana hibah luar negeri ini karena sebagian besar untuk pengembangan sarana dan prasarana di Universitas Riau membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Universitas Riau memerlukan hibah pinjaman luar negeri dalam skala besar, dengan adanya program ADB ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mendukung proses pembelajaran, peningkatan akreditasi Program Studi maupun institusi dan peningkatan kualitas lulusan,” ungkapnya.

Kunjungan ini diikuti oleh Tim ADB, Tim dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Tim dari PHLN Universitas Riau, Rektor dan Seluruh Wakil Rektor, serta Kepala Biro Perencanaan Universitas Riau. Setelah melakukan diskusi, Tim beserta rombongan kunjungan ini meninjau ke beberapa lokasi yang menjadi lokasi pembangunan proyek yang sudah tertuang dalam proposal yang disusun Universitas Riau.

Sumber : http://unri.ac.id/en/2017/10/18/cermati-peningkatan-jumlah-mahasiswa-ur-kembangkan-infrastruktur/