Mahasiswariau.com – Nah, tertarikan dengan judul diatas?. Sebahagian besar mulai dari kalangan anak-anak, remaja sampai kalangan orang tua sangat sering membicarakan tentang demo, apalagi ketika melihat Mahasiswa maupun ormas-ormas tertentu aksi sampai turun kejalan. Nah banyak dari kita berpendapat bahwa ngapain sih demo turun kejalan, sudah membuat lalu lintas macet, aktifitas-aktifitas terganggu, bahkan menyita dan membuang-buang waktu saja.

Ada juga berpendapat bahwa demo itu adalah sebagai sarana memberikan pendapat untuk memenuhi kebutuhan yang belum tercapai dan untuk memperoleh kejelasan-kejelasan yang masih terbungkam, itu sebahagian orang-orang berpendapat. Tentu lain orang lain pemikirannya, bukan begitukan?

Kalau kita tinjau dari Kbbi bahwa demo itu merupakan bahagian dari kata demonstrasi yang artinya “Pernyataan proses yang dikemukakan secara massal; unjuk rasa atau peragaan maupun pertunjukan tentang cara melakukan atau mengerjakan sesuatu”. 

Menurut penulis: tentunya demo itu merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara massal dengan tujuan untuk mengemukakan pernyataan atau mengeluarkan pendapat dengan point-point tertentu yang ditujukan kepada stakeholder yang bersangkutan. Nah apakah demo itu idealis atau pragmatis, tentunya itu menjadi pertanyaan yang paling menonjol dibenak kita.

Idealis atau Pragmatis hanyalah permasalahan yang tidak lain lagi. Sebetulnya, apakah yang disebut dengan idealis itu dan apa pragmatis itu sendiri? Kadang-kadang kita melihat dan beranggapan bahwa salah satu sikap dan yang melatar belakangi untuk aksi demo maupun gerakan mereka dengan hal itu. Tetapi, di sisi lain, mereka bersikap sebaliknya. 

Misalnya yang sering kita lihat adalah seorang mahasiswa yang terkenal sebagai aktivis mahasiswa dikampus maupun di eksternal kampus, mengutamakan rakyat, lalu yang turun ke jalan, menjembatani dan memperjuangkan kepentingan hak rakyat dengan penguasa, dan sederet aktivitas sosial lainnya, tetapi begitu ia menyelesaikkan tugas kuliahnya, ia pun bekerja di perusahaan ternama, baik itu perusahaan lokal atau perusahaan asing. 

Apabila perusahaan asing yang didapat, bersiagalah akan muncul sindiran atau cibiran yang menyudutkan dari rekan-rekan seperjuangan di masa kuliah. Mereka akan mencap sebagai aktivis pragmatis.

Penulis selaku Mahasiswa tentunya tulisan ini dibuat berdasarkan pandangan penulis terhadap gerakan mahasiswa tanpa bermaksud untuk menyinggung pihak manapun. Dengan adanya tulisan ini diharapkan kesadaran mahasiswa terhadap peran dan fungsinya bagi bangsa dan negara, tentu itu tidak lepas dari pemikiran yang dilandasi dengan idealisme yang berasal dari dalam diri mahasiswa.

Di era modern sekarang ini Keidealisan mahasiswa sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yang mana pada era reformasi kelihaian mahasiswa mampu memberikan gelombang perubahan yang signifikan kepada masyarakat, dimana mahasiswa terlihat garang terhadap birokrasi dan juga sebagai indikator menakutkan bagi para birokrat yang berkuasa pada saat itu. 

Pada dasarnya mahasiswa merupakan kaum intelektual muda yang berperan sebagai agent of change dalam suatu bangsa yang memiliki peran sangat penting disetiap lini roda kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Di sisi lain mahasiswa juga sebagai penggerak penengah baik dari problematika agama, ekonomi, politik, korupsi, sosial dan juga bangsa yang merupakan ladang atau perjuangan untuk mengubah keadaan bernegara yang lebih baik, mahasiswa harus mampu hadir dan turut andil sebagai penyambung lidah rakyat dan berbanding terbalik dengan tindakan yang hanya mengutamakan keuntungan semata sehingga idealitas perjuangannya hilang saat disuguhi dengan uang .

Pada saat ini keidealisan mahasiswa menurut penulis tidak dalam keadaan mati suri, tetapi masih dalam fase kritis yang akan bisa bangun dan bergerak kembali seperti apa yang kita harapkan. 

Melihat problematika yang dialami oleh negara pada saat ini mulai dari maraknya muncul ideologi komusnime, pro-kontra pidato gubernur Jakarta yang baru saja dilantik memakai kata “Pribumi”, kenaikan listrik bahkan yang paling parah pada saat ini adalah masalah korupsi seperti kasus E-KTP dan juga masalah-masaalah lainnya yang memicu isu publik untuk memperoleh propoganda yang pada akhirnya ada aksi dan ada reaksi .

Penulis menyarankan bahwa mahasiswa harus bangun dari fase kritisnya dan mulailah gerakan-gerakan baru karena beda masa maka akan beda gerakannya. Gerakan idealismu sangat ditunggu oleh masyarakat karena Idealisme adalah kemewahan yang hanya dimiliki oleh pemuda (Tan Malaka). Seperti kata

Soe Hok Gie, lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan. Maka berbanggalah kamu yang memiliki sosok idealis walaupun banyak yang tidak suka, tetapi itu bukanlah sebuah masalah maka fokuslah kedepan dan bergeraklah karena Lillahita’ala.

Artikel asli Teras UNRI

Baca :  Marak Di Media Kapolresta Pekanbaru Terluka, Faktanya Mahasiswa UIN SUSKA Riau Luka Di Kepala