Mahasiswariau.com – Divis Academic, Development and Training (ADT) Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UR) bentuk Komunitas Jepang (Daigakusei). Kemarin, Sabtu (14/10) melaksanakan agenda pertemuan perdana sejak di bentuknya pada 10 Oktober lalu yang bersamaan dengan pengumuman anggota baru Daigakusei bertempat di Gelanggang Mahasiswa FISIP.

Kegiatan tersebut nantinya akan dilaksanakan pada hari Sabtu setiap minggunya mulai pukul 13.00 WIB di lingkungan FISIP atau bisa juga dilaksanakan di sekitaran kampus UR dan tidak menutup kemungkinan dilakukan di luar kampus sesuai dengan keperluan agenda yang dilakukan Daigakusei untuk mencari suasana baru disetiap pertemuannya.

Dimana peserta komunitas merupakan mahasiswa aktif jurusan Hubungan Internasional UR yang telah melalui tahap seleksi. Kegiatan ini nantinya akan dijalankan dalam bentuk belajar bahasa Jepang (kelas bahasa), membahas hal-hal seputar Negara Jepang seperti kultur, politik, sosial life, dan hal-hal unik lainnya yang dimiliki Jepang.

Baca Juga  Pedulia Lingkungan, PSIL UR Akan Adakan Senpling 2017

Baca Juga  BEM UR Hadiri Rapat FKPM Riau

Its my very 1st time to learn Japanese dan dapat kesempatan gabung di Daigakusei adalah hal yang benar benar membahagiakan karna di komunitas ini senpai – sensei nya baik dan berkredibiliti tinggi. Mampu membimbing yang sama sekali gatau bahasa Jepang seperti saya jadi paham sedikit demi sedikit. Pertemuannya sabtu siang, jadi sabtu malamnya bisa di pelajari ulang. Hitung hitung ngisi waktu malam minggu”, tutur Aulia Rahmah yang merupakan anggota Daigakusei dan mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2016.

Refnedi selaku penanggung jawab Komunitas ini juga berpendapat dengan adanya komunitas Jepang yang bernama Daigakusei dirasa menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. “Karena Daigakusei yang ditaja oleh divisi Academic Development and Training Komahi Fisip UR merupakan wadah yang tepat bagi mahasiswa HI untuk mengembangkan kemampuan berbahasa khususnya bahasa jepang,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa bagi mahasiwa HI sendiri, mampu berkomunikasi dengan banyak bahasa merupakan suatu urgensi tersendiri karena memang dituntut untuk dapat memahami berbagai bahasa selain bahasa mainstream yakni bahasa inggris. “Selain itu komunitas ini juga tidak dipungut biaya alias gratis bagi mahasiswa HI UR karena didukung oleh Komahi Fisip UR, sehingga sudah sepantasnya bagi mahasiswa HI UR untuk dapat memanfaatkan Daigakusei untuk mengembangkan soft skill dalam bidang bahasa dan juga dapat bercengkrama bersama para pengagum budaya jepang di dalam satu payung yang bernama Daigakusei,” tutupnya.


 

Artikel asli Teras UNRI