Mahasiswa Riau – Problematika yang dihadapi Indonesia saat ini merupakan fenomena krisis dan terdegradasinya sifat jujur oleh pemimpin negeri pertiwi. Keadilan telah terancam keberadaannya. Janji-janji kini yang tertinggal hanya dusta belaka. Atas nama bangsa Indonesia, atas nama keadilan rakyat Indonesia, atas nama almamater mahasiswa se-Riau, menuntut atas turunnya rezim Jokowi-JK yang tidak mampu mengelola negara Indonesia dengan baik.

Atas dasar itu semua, maka mahasiswa, ormas-ormas dan organisasi kepemudaaan yang ada di Riau, yang di motori oleh BEM Universitas Riau menggelar aksi Sidang Rakyat di depan Kantor DPRD Riau pada Jumat (20/10/2017). Ribuan massa aksi yang terdiri dari berbagai kampus dan organisasi kepemudaan, diantaranya UR, UMRI, UIN SUSKA, ABDURRAB, PCR, IMM dan KAMMI turut mewarnai jalanan dengan almamater, bendera dan atribut kebanggaan masing-masing kampus pada saat menuju titik aksi.

Aksi sidang rakyat kali ini dinilai sangat mengecewakan. Pasalnya pihak kepolisian yang selama ini dinilai sebagai rekan mahasiswa turun ke jalan, yang seharusnya membela negara atas nama rakyat, namun malah bertindak sebagai lawan, mereka tidak memperbolehkan massa aksi masuk ke dalam gedung DPRD untuk melaksanakan sholat ashar. Sebelumnya pintu gerbang sempat terbuka akibat massa aksi yang mendesak dan memaksa untuk terus masuk, kemudian aksi bentrok juga sempat terjadi antara pihak kepolisian dengan mahasiswa.

Sidang rakyat yang berlangsung hingga maghrib tadi, diisi dengan aksi bakar ban, pembentangan spanduk-spanduk dan poster propaganda, atribut aksi beserta orasi masing-masing perwakilan kampus dan organisasi kepemudaan di jalan depan kantor DPRD. Alvian Syahrizal selaku Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa yang juga sebagai koordinator lapangan pada aksi kali ini menyampaikan dalam orasinya bahwa pemerintahan Jokowi JK telah menciderai hati masyarakat Indonesia. “3 tahun sudah Jokowi memimpin negeri ini, dengan membawa 66 janji yang kini terbenam bak ditelan bumi yang tak tahu kapan ditepati dan terealisasi untuk rakyat Indonesia, maka bukan saatnya bungkam kawan-kawan, teriakkanlah kebenaran, Hidup Mahasiswa!, ujar Alvian.

Namun ada yang menarik pada aksi kali ini, mahasiswa mencoba menampilkan teatrikal dengan seekor kambing kurus berkalungkan tulisan Mr. President sebagai perumpamaan Presiden Joko widodo. Kambing tersebut sebagai bentuk bahwa pada masa rezim Jokowi-JK kali ini ialah rezim buruk yang menyengsarakan rakyat. Hingga sore pukul 17:30 WIB, Gedung DPRD juga masih belum dibuka, dan akhirnya mahasiswa menutup jalan guna menggelar Sidang Rakyat yang dipimpin oleh Algi Irsanul Ikram selaku Wakil Presiden BEM UR. Algi kemudian membacakan pernyataan sikap dari mahasiswa dan organisasi kepemudaan Riau atas evaluasi 3 tahun Jokowi-JK.

Dalam pernyataan sikap tersebut, berisikan tuntutan-tuntutan mahasiswa dan pemuda Riau, diantaranya ialah turunkan kesenjangan ekonomi dengan memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan cara menghapus kebijakan-kebijakan impor, kembalikan kedaulatan rakyat tanpa adanya pengekangan hak publik, wujudkan supremasi hukum yang berkeadilan, dan cabut mandat Presiden Joko widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sidang rakyat menjadi penutup dalam aksi evaluasi 3 tahun Jokowi-JK, selanjutnya massa aksi bergerak pulang ke kampus masing-masing.

“Perlawanan hari ini kita jadikan sebagai momentum bangkitnya pemuda, jika hari ini kita belum berhasil menerobos masuk ke dalam gedung milik rakyat kita sendiri, maka aksi selanjutnya kita akan melahirkan reformasi jilid II dari Riau”, tutup Ahmad Kamil Rangkuti selaku perwakilan dari BEM UR. 

Sumber : https://www.facebook.com/BEMUNRI/posts/140152066610735?from_close_friend=1&notif_id=1508512038556132&notif_t=close_friend_activity

Baca :  BEM UR Sindir Pemerintah Lewat Musikalisasi Puisi dan Nyanyian
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here